Tampilkan postingan dengan label IKAPSH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IKAPSH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

April on Summary

Alhamdulillah, akhirnya di sela-sela jadwal show yang begitu padat, saya dapat kesempatan untuk membuat postingan untuk bulan ini. Mulai akhir Maret hingga akhir April 2013, bisa dikata merupakan jadwal kegiatan terpadat di Pesantren Sultan Hasanuddin. Setidaknya ada beberapa item kegiatan yang baru-baru saja atau sementara diikuti oleh para santri di pondok sulhas tercinta. Postingan kali ini cukup merangkum kegiatannya saja. Insya Allah kalau sempat, akan ada postingan selanjutnya untuk tiap item kegiatan.

1. Cerdas Cermat antar Santri (Fahmu Ad Diraasah)
Kegiatan ini merupakan agenda rutin Organisasi Santri Pesantren Sultan Hasanuddin (OSPSH) yang dilaksanakan setiap menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) pada semester genap. Tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di akhir bulan Maret.

2. IKAPSH Cup 1 (Sepak Takraw) 
Item ini berupa lomba terbuka antar pelajar dan umum yang diselenggarakan oleh IKAPSH pada tanggal 29 - 31 Maret 2013 bertempat di Lapangan Utama Kampus PSH. Selain sebagai ajang silaturrahim, kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah syi'ar pondok di masyarakat umum.

3. Ujian Tengah Semester (Ikhtibaarul 'Aam)
UTS untuk tahun ini dilaksanakan bertepatan dengan Ujian Akhir Kepesantrenan untuk kelas IX dan kelas XII. Ujian berlangsung pada tanggal 1 - 7 April 2013.

4. Pospeda (Porseni Pesantren Daerah)
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pekapontren seluruh Kabupaten di Indonesia setiap 3 tahun. Untuk Kab. Gowa, pelaksanaannya berlangsung tanggal 9 - 11 April 2013 di Kec. Tompo'bulu. Alhamdulillah pada kegiatan tersebut Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin kembali menjadi Juara Umum ketiga kalinya setelah mengumpulkan perolehan 18 medali emas.

5. IKAPSH Futsal Cup
Acara ini berlangsung selama 2 hari, yakni, pada hari Sabtu-Ahad 20-21 April 2013. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Gowa dan dilanjutkan dengan adu futsal antara Para Asaatidz PSH dengan Pegawai kantor kemenag kab. Gowa.

6. Fathul Kutub, Perkampungan Bahasa, dan Etiket
Kegiatan ini dikhususkan kepada santri/wati Kelas IX dan Kelas XII yang telah mengikuti Ujian Sekolah, Ujian Nasional, Ujian Kepesantrenan, dan Praktek Mengajar. Kegiatan ini seperti pembekalan sekaligus pemantapan sebelum mereka terjun langsung ke masyarakat setelah keluar dari Pondok tercinta. Materi dibawakan langsung oleh Para Asaatidz Kepesantrenan, Direktur, dan para Alumni yang menekuni kajian Kitab tertentu. Kegiatan ini berlangsung selama 1 pekan, yakni, dari tanggal 21 - 27 April 2013 bertempat di Baruga Pesantren Sultan Hasanuddin.





Minggu, 03 Maret 2013

Hak-Hak Al-Qur'an (Pengajian Rutin IKAPSH)

Bismillah
Postingan kali ini berisi ringkasan materi yang disajikan pada pengajian rutin IKAPSH pada tanggal 3 Maret 2013. Materi tersebut disampaikan oleh Ust. Rustam, S.Pd. yang juga merupakan alumni Pesantren Sultan Hasanuddin.

Beliau memulai kajian dengan mengajak kita untuk menjaga diin atau agama Islam dengan menetapkan dan memberikan hak-haknya. Adapun hak dari agama adalah dilakukan perintahnya dan dijauhi larangannya. Dengan dua hal tersebut, maka Insya Allah keislaman kita akan terjaga.

Perihal menjaga keislaman ini menjadi penting karena tanpanya keislaman kita bisa saja batal. Jangan sampai di akhirat kelak kita akan kecewa terhadap diri kita karena telah menyangka bahwa kita telah beriman dan berislam akan tetapi keislaman kita tidak diakui oleh Allah SWT. Hal ini disampaikan Allah SWT melalui firmannya dalam surah Al-Baqarah: "wa mina nnaasi man yaquulu aamannaa billaahi wa bil yaumil aakhiri wa maa hum bimu'miniin" yang artinya "dan di antara manusia ada yang berkata kami telah beriman kepada Allah dan hari akhir padahal mereka tidak termasuk orang-orang mu'min"
Na'uudzu billaah min dzaalik

Lebih lanjut, Ust. Rustam juga mengajak kita untuk memuliakan Al-Qur'an dengan memberikan hak-haknya pula. Dalam hal ini, al ustaadz menyebutkan ada empat hal yang menjadi hak dari Al-Qur'an itu sendiri, yakni:
1. Dibaca
Al-qur'an secara lughowii (bahasa) berarti bacaan. Sehingga pada hakikatnya, Al-Qur'an diturunkan agar untuk dibaca. Ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Qiyaamah, "Innaa 'alainaa jam'ahuu wa qur'aanah, fa idzaa qara'naahu fattabi' quraanah".

2. Ditadaburi
Al-Qur'an sebagai petunjuk atau hudaa bagi kita semua hendaknya tidak dibaca begitu saja, akan tetapi perlu ditadaburi (direnungkan) isinya, sehingga perannya sebagai petunjuk dapat benar-benar tercapai. Secara logika, Al-Qur'an tentu tidaklah dapat menjadi petunjuk bagi kita tatkala kita tidak tahu makna atau isi dari bacaan Al-Qur'an tersebut.

3. Diamalkan
Setelah kita berhasil mentadaburi atau merenungkan isi Al-Qur'an sehingga kita tahu makna atau kandungan dari ayat-ayat Al-Qu'ran tersebut maka tentu saja hal tersebut wajib untuk kita amalkan. Karena demikianlah hakikat dari ilmu, ketika datang maka kita wajib untuk mengamalkannya. Dalam sebuah mahfuzhat dikatakan "al 'ilmu bilaa 'amalin kasysyajari bilaa tsamarin" - "ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah". Satu hal penting yang wajib kita catat adalah ketika kita tahu dan mengabaikan isi dari Al-Qur'an tersebut maka kita telah tergolong ke dalam orang-orang yang munaafiq.

4. Dida'wahkan
Setelah mampu membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an maka hak selanjutnya yang harus kita tunaikan adalah menda'wahkannya. Hal ini sejalan dengan perintah Rasulullah SAW "ballighuu 'annii walayu aayatan" - "sampaikanlah dariku walaupun satu ayat"

5. Diajarkan
Dalam sebuah riwayat dikatakan "khairukum man ta'allamal qur'aana wa'allamahu" - "sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an kemudian mengajarkannya".



#Materi disampaikan oleh Ust. Rustam, S.Pd. dan di post oleh penulis berdasarkan pemahaman dari apa yang didengarnya. Jika terdapat kekeliruan, maka kami berlindung kepada Allah SWT atas segala khilaf.

Minggu, 17 Februari 2013

"Kiat Menjaga Iman"

Materi ini disampaikan oleh Ust. Abdurrahman pada pengajian rutin IKAPSH pada tanggal 9 Desember 2012.
Di share dengan dasar "liyuballigha sysyaahidu minkum al ghaaib" yang artinya "hendaklah di antara kalian yang hadir (dalam suatu majelis) untuk menyampaikan kepada yang tidak hadir".

Thayyib,
Ust. Aroh memulai kajiannya dengan mengingatkan bahwa ada 3 tingkatan iman, yakni, zhaalim linafsih (orang yang zhaalim terhadap dirinya) - imannya lemah -, muqtashid (pertengahan) - melaksanakan kewajiban saja -, saabiqun bil khairaat (berlomba dalam kebaikan). Beliau juga mengingatkan bahwa "al iimaanu yaziidu wa yanqush, yaziidu bith thaa'ah wa yanqush bil 'aash"

Lebih lanjut, Ust. Aroh mengibaratkan iman itu laksana benih yang akan tumbuh subur dengan disokong oleh empat hal, yaitu:
1. Tanah yang Subur, dalam hal ini lingkungan yang baik. Lingkungan itu bisa meliputi teman, tetangga, keluarga, dan lain-lain. Hal ini senada dengan firman Allah "wa kuunuu ma'ash shaadiqiin" - "dan tinggallah bersama orang-orang yang baik". Rasulullah S.A.W juga telah mengajarkan kepada kita untuk terlebih dahulu memilih calon tetangga sebelum mendirikan rumah (hal ini dinyatakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani).

2. Siraman Air, dalam hal ini ilmu pengetahuan. Bibit unggul yang ditanam di tanah yang subur akan kurang maksimal atau bahkan tidak akan tumbuh tanpa adanya air. Begitu pula iman yang telah kita tata dan yakini sedemikian rupa tidak akan tumbuh dengan baik tanpa adanya ilmu. Untuk itu, menghadiri majelis ilmu menjadi suatu keharusan untuk menjaga dan meningkatkan iman seseorang.

3. Sinar Matahari, dalam hal ini Hidayah dari Allah S.W.T. Untuk itu, kita dianjurkan untuk senantiasa memohon Hidayah dan Taqwa kepada Allah S.W.T (Allaahumma innii asaluka al hudaa wat tuqaa)

4. Pupuk, yakni dengan mempertajam ibadah. Allah S.W.T berfirman "Wa'bud rabbaka hattaa ya'tiyaka alyaqiin" yang artinya "dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian".

Teman-teman sekalian.
Mari kita bersama-sama menjaga dan senantiasa memperbaharui iman kita.. Jaddiduu Iimaanakum.


#Postingan ini dibuat berdasarkan pemahaman penulis terhadap yang apa yang telah disampaikan oleh Ust. Aroh. Jika ada khilaf, maka kami berlindung kepada Allah S.W.T atas segala khilaf.

Sabtu, 02 Februari 2013

IKAPSH Mathematics Event

Ikatan Keluarga dan Alumni Pesantren Sultan Hasanuddin (IKAPSH) kembali mempersembahkan sebuah karya nyata dalam visi meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berislam dan berwawasan. Kali ini kegiatan tersebut dirangkum dalam sebuah lomba matematika yang diberi nama “IKAPSH Mathematics Event” dan telah dilaksanakan pada tanggal 1-2 Februari 2013 di Kampus Pesantren Sultan Hasanuddin.

Kegiatan ini baru kali pertama dilaksanakan tetapi Alhamdulillah berhasil mendapat respon positif dari sekolah-sekolah tingkat dasar di Kabupaten Gowa. Lomba matematika yang diwarnai dengan semangat, kerja keras, dan daya juang yang sangat tinggi oleh adik-adik peserta terasa telah mengalirkan sebuah energi positif dan optimis akan masa depan Indonesia dan Diinul Islaam.

Di hari pertama, para peserta dituntut untuk mengerjakan soal multiple choices sebanyak 20 nomor dalam waktu 1 jam. Pada babakan tersebut, 30 peserta dengan nilai tertinggi berhak lanjut ke babak Semifinal, di hari kedua, yang dikemas dalam bentuk Kuis Rangking 1. Akhirnya, terpilihlah 6 peserta yang lolos ke babak Final yang dilaksanakan dalam 3 sesi, yakni: Soal Regu, Running Game, dan Babak Rebutan.

Ini dia gambaran serunya IME yang sempat diabadikan:
Suasana Babak Penyisihan


Suasana Babak Ranking 1
Setelah perjuangan panjang dan cukup melelahkan itu, akhirnya Sang Juara pun diputuskan. Berikut nama-nama pemenang dari kegiatan IKAPSH Mathematics Event tahun ini:
Juara I           : Muh. Akbar Ramadhan (SDN Limbung Puteri)
Juara II          : Zulfahmi (SDN Kaluarrang)
Juara III        : Nahda Fadhillah (SDI Pare’-pare’)
Harapan I      : Sindhy Sri Febriana (SDN Centre Mangalli)
Harapan II     : Safirah Alwamiqah (SDN Limbung Puteri)
Harapan III    : Lilis Hafid (SDN Bontoramba)

Ini dia foto para juaranya:
Sang Juara
Selamat saya ucapkan kepada para pemenang dan tetap semangat untuk yang belum berhasil mendapatkan juara.